Selasa, 09 Juni 2026

Diskusi Sesi 2 Mata Kuiah Cyber mjedia Ekonomi & Konvergensi Media Siber


Diskusi Sesi 2  Mata Kuiah Cyber mjedia
Ekonomi & Konvergensi Media Siber
Halo rekan-rekan mahasiswa,
Pada sesi 2 ini kita akan belajar tentang Ekonomi & Konvergensi Media siber. Materi yang dibahas meliputi ekonomi media dan konvergensi media, industri media siber, serta aspek manajemen media siber.
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 2.  
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul kedua terkait Ekonomi & Konvergensi Media siber ini, Mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman konseptual dan kontekstual terkait bagaimana ekonomi media dan konvergensi media mengubah tatanan industri media siber, serta aspek manajemen media siber pada saat ini. Selain itu modul ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang bersifat riil dan praktis mengenai lanskap industri media siber yang terus berkembang.
Tujuan Instruksional Khusus
Secara lebih terperinci, dengan mempelajari modul kedua terkait Ekonomi & Konvergensi Media siber ini, Mahasiswa diharapkan dapat:
-  Menguraikan berbagai konsep ekonomi media dalam konteks industri media siber
-  Menguraikan berbagai konsep konvergensi media dalam konteks industri media siber
-   Menjabarkan bagaimana aspek ekonomi media dan konvergensi media mempengaruhi tatanan industri media siber baik
    global maupun nasional
3. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul) -
    Modul 2 BMP Cyber Media SKOM4331 edisi 3 dan referensi lain yang relevan
4. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Materi yang dibahas pada modul 2 BMP Cyber Media terdiri dari 2  kegiatan belajar yang  membahas tentang Ekonomi media di media siber. Sudut pandang ekonomi media penting untuk dipelajari karena dengan sudut pandang ini, media dilihat sebagai institusi yang dijalankan dengan prinsip-prinsip ekonomi. Kajian ekonomi media dapat dikatakan sebagai sebuah kajian yang melihat bagaimana media menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten media yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan khalayaknya. Konten media menjadi unik karena adanya potensi konsumsi konten secara berulang. Ketika dikonsumsi oleh khalayaknya, konten media tidak dapat ‘habis’ seperti halnya produk pada industri lain.
Pasar Media dapat dilihat sebagai sebuah situasi dimana berbagai pihak yang terlibat dalam industri media bertemu dan berinteraksi. Dalam konsep yang paling sederhana, pasar media terdiri dari relasi antara media, khalayak media, dan pengiklan.
Dikenal istilah Windowing strategy oleh perusahaan media di era media siber berarti konten media dapat didaur ulang, dikemas dengan berbagai format lain, dan didistribusikan kepada khalayak dan pengiklan baru dalam jangka waktu tertentu bahkan setelah konten media tersebut tidak lagi ‘hits’ atau populer.
Pada kegiatan belajar kedua membahas adalah tentang Konvergensi Media di era Media Siber. Kajian terkait konvergensi media penting untuk dipelajari untuk melihat bagaimana perubahan baik secara teknologi, institusional, maupun sosial budaya mempengaruhi bisnis media. Dalam konteks konvergensi media, industri media tidak bisa dilepaskan dari industri teknologi komunikasi, baik software maupun hardware. Media dapat dilihat sebagai platform tempat terjadi interaksi antar berbagai pihak, dari beragam industri yang saling terkait satu-sama lain.
Beberapa faktor utama yang memiliki pengaruh pada proses konvergensi media adalah: (a) digitalisasi, (b) deregulasi pasar media dan komunikasi, dan (c) perubahan preferensi khalayak media
Contoh konvergensi media secara praktik dapat dilihat dari beberapa institusi media siber berskala global yang memiliki beragam unit bisnis seperti Alphabet, Facebook, dan terjadi pula di Indonesia seperti dilakukan oleh CT Corp, Kompas Gramedia, dll.
Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 2 ini.Terima kasih dan semangat belajar!

Soal Diskusi 2
Jika ada hal yang ingin didiskusikan dan ditanggapi, gunakan forum ini. Berikut adalah topik untuk diskusi di sesi kedua.

Pahami konsep ekonomi media dan konvergensi media. Uraikan bagaimana media surat kabar (koran) dapat beradaptasi dan berkembang di era media siber seperti saat ini ?

Untuk menjawab topik diskusi ini, gunakan penjelasan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste dari sumber lain dan berilah contoh nyata berdasarkan pengamatan Anda?

Jawab
Kepada Yth Tutor Ijin Menjawab Diskusi 2 sbb :

Nama : Tasir Hidayat
NIM : 048905515
Prodi : Hukum
UPBJJ : 71/Surabaya
Matkul : Digital Media FSIK4207
Kelas : 87
Tutor : Rayan Nurbadi (rayanurbadi@gmail.com)

Jawab
Berikut adalah tanggapan dan analisis saya mengenai topik tersebut berdasarkan pemahaman dan pengamatan langsung terhadap perkembangan industri media saat ini:

Analisis Adaptasi Koran di Era Media Siber
1. Pemahaman Konsep Dasar

Menurut pandangan saya, Ekonomi Media adalah studi tentang bagaimana industri media mengelola sumber daya, menghasilkan konten, dan mendapatkan keuntungan. Intinya, media tidak hanya soal menyampaikan informasi, tapi juga sebuah bisnis yang harus mencari pendapatan, biasanya dari iklan dan penjualan konten/produk.

Sedangkan Konvergensi Media adalah proses menyatunya berbagai teknologi komunikasi menjadi satu kesatuan sistem yang terintegrasi. Dalam praktiknya, ini berarti batas antara media cetak, elektronik, dan internet menjadi kabur. Sekarang, berita tidak hanya bisa dibaca, tapi juga didengar dan ditonton melalui satu gawai (gadget) yang sama.

2. Bagaimana Koran Bisa Beradaptasi dan Berkembang?
Di era media siber yang serba cepat dan instan ini, koran cetak memang menghadapi tantangan berat. Namun, menurut saya, koran tidak akan mati, melainkan harus bermetamorfosis atau berubah bentuk. Berikut adalah cara adaptasi yang menurut saya paling efektif:

A. Transisi ke Platform Digital (Multiplatform)
Koran tidak boleh lagi hanya mengandalkan kertas. Mereka harus hadir di dunia maya dengan membuat portal berita online, aplikasi mobile, dan aktif di media sosial.

- Alasan: Orang sekarang membaca berita lewat HP saat sedang beraktivitas, bukan lagi menunggu koran datang pagi hari.
- Contoh Nyata: Saya melihat bagaimana Kompas yang dulunya hanya koran, sekarang memiliki Kompas.com yang update beritanya setiap detik, serta kanal YouTube Kompas TV dan Kompasiana. Mereka tidak lagi menjual kertas, tapi menjual informasi yang bisa diakses di mana saja.

B. Mengubah Strategi Bisnis (Paywall & Membership)

Dulu uang datang dari iklan dan harga jual koran. Sekarang, model bisnis harus berubah. Koran harus berani menerapkan sistem paywall atau berlangganan premium.

- Alasan: Konten berkualitas butuh biaya produksi. Pembaca harus sadar bahwa berita yang akurat itu berharga dan tidak boleh selalu gratis.
- Contoh Nyata: The New York Times atau Koran Tempo yang menerapkan sistem berlangganan digital. Pembaca bebas membaca beberapa artikel gratis, tapi harus bayar jika ingin akses penuh atau artikel mendalam. Ini cara koran bertahan secara ekonomi.

C. Menghadirkan Konten yang Mendalam dan Terverifikasi
Media siber seringkali cepat tapi kurang teliti (hoaks). Di sinilah kekuatan koran asli harus ditonjolkan.

- Alasan: Kecepatan adalah keunggulan media online, tapi kedalaman dan keakuratan adalah keunggulan koran.
- Contoh Nyata: Saat ada berita viral di Twitter/X atau TikTok yang membingungkan, masyarakat biasanya menunggu klarifikasi dari media besar seperti Detik.com (bagian dari grup koran) atau Liputan6 karena reputasi mereka dalam melakukan fact-checking. Koran harus menjadi "penjaga gerbang" kebenaran di tengah banjir informasi.

D. Integrasi Bentuk Konten (Multimedia)
Koran tidak lagi hanya teks dan foto. Mereka harus memproduksi konten yang bisa dilihat dan didengar.

- Alasan: Sesuai prinsip konvergensi, satu konten harus bisa dinikmati dalam berbagai format.
- Contoh Nyata: Sebuah artikel investigasi di koran online tidak hanya berisi tulisan panjang, tapi dilengkapi dengan video penjelasan, infografis interaktif, dan podcast agar lebih mudah dipahami dan menarik minat generasi muda.

3. Kesimpulan :
Menurut saya, koran tidak akan hilang digantikan media siber, melainkan akan berubah wujud. Koran masa depan bukan lagi sekadar tinta di atas kertas, melainkan sebuah institusi informasi yang hadir di berbagai platform.
Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan memadukan kekuatan tradisional (akurasi, kredibilitas, jurnalisme berkualitas) dengan teknologi modern (kecepatan, interaktivitas, kemudahan akses). Jika koran mampu melakukan ini, mereka tidak hanya bertahan, tapi akan tetap menjadi pemain utama dalam ekonomi media.

Sumber/Referensi Jawaban :
1. McQuail, Denis. (2011). Teori Komunikasi Massa. Edisi keenam. Jakarta: Salemba Humanika.
2. Pavlik, John V. (2018). Journalism and New Media. Columbia University Press.
3. Siapno, Jacqueline. & Lindsae, Jean. (2012). Journalism at Risk: Threats, Challenges and Perspectives. UNESCO.
4. Pengamatan langsung terhadap model bisnis media nasional seperti Kompas Gramedia, Tempo Media Group, dan Jawa Pos Group.
5. BMP SKOM4331 ber Media Modul 02 Ekonomi & Konvergensi Media Siber Kunto Adi Wibowo Detta rahmawan Penerbit UT tangerang selatan.

Jawaban yang lain klik Disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar