Untuk Mengakse Donload Silahkan Klik Judul di bawah ini :
DAKWAH MP3 ASWAJA
Islam ahlussunnah wal jama'ah adalah Islam dg 4 ciri: 1. berpedoman pada Qur'an, Hadits, Ijma' dan Qiyas. 2. Di bidang Fiqih, bermadzhab kepada salah satu madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali). 3. Di bidang Aqidah, mengikuti faham Asy'ariyah dan Maturidiyah. 4. Di bidang Tasawuf, mengikuti Imam Abu Qosim al-Junaidi
Minggu, 14 Juni 2026
Rabu, 10 Juni 2026
Sesi 8 Mata kuliah Cyber Media Modul 8 e-Portofolio dan Narasi digital
Pada sesi 8 ini kita akan belajar tentang e-portofolio dan narasi digital. Materi yang dibahas adalah konsep e-portofolio dan narasi digital serta mempraktikkan pengelolaan e-portofolio dalam berbagai platform termasuk blog/situs pribadi.
Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 8 ini
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 8
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul kedelapan terkait pengelolaan e-portofolio dan narasi digital ini, Mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman konseptual dan kontekstual terkait perkembangan media sosial dalam konteks industri media siber, serta aspek manajemen media sosial untuk berbagai tujuan strategis. Selain itu modul ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang bersifat riil dan praktis mengenai lanskap industri media siber yang terus berkembang.
Tujuan Instruksional Khusus
Secara lebih terperinci, dengan mempelajari modul kedelapan terkait pengelolaan e-portofolio ini, Mahasiswa diharapkan dapat:
- Memahami konsep dasar portofolio
- Menguraikan perkembangan e-portofolio
- Memilih platform yang tepat untuk membuat e-portofolio
- Mempraktikkan konsep pengelolaan e-portofolio di media siber
- Memahami konsep dasar situs pribadi
- Memahami manfaat situs pribadi
- Memahami platform untuk membantu pembuatan situs pribadi
- Mempraktikkan cara pengelolaan situs pribadi
2. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)
Modul 8 dan 9 BMP SKOM 4331 Cyber Media edisi 03dan referensi lain yang relevan
3. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Soal Diskusi 8
Gunakan forum ini untuk berdiskusi dan memberi tanggapan.
Topik diskusi pada sesi ke 8 adalah
Di era media siber seperti saat ini, apakah platform media sosial seperti X, Instagram atau TikTok menjadi tempat yang sesuai untuk e-portofolio profesional kita? Jelaskan pendapat anda disertai contoh kasus dan kemukakan berdasarkan pemikiran Anda. Jangan lakukan copy paste !
Jawab
Nama : Tasir Hidayat
NIM : 048905515
Prodi : Hukum
Matkul : Digital Media FSIK4207
Kelas : 87
UPBJJ : 71/Surabaya
Jawab
Diskusi : Platform Media Sosial Sebagai Tempat E-Portofolio Profesional
Topik: Di era media siber, apakah platform media sosial seperti X, Instagram, atau TikTok menjadi tempat yang sesuai untuk e-portofolio profesional?
Pendapat Utama
Menurut pemikiran saya, platform media sosial seperti X, Instagram, dan TikTok adalah tempat yang SESUAI namun dengan syarat dan batasan tertentu, bukan pengganti penuh, melainkan perluasan atau pelengkap dari e-portofolio utama. Kesesuaian ini sangat bergantung pada jenis profesi, cara pengelolaan konten, dan tujuan profesional yang ingin dicapai. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini, jejak digital seseorang menjadi salah satu pertimbangan utama perekrut, mitra usaha, atau klien dalam menilai kredibilitas.
Berikut adalah uraian lengkap pendapat saya, disertai analisis per platform, contoh kasus, dan landasan pemikiran:
I. Alasan Mengapa Platform Ini Sesuai dan Relevan
Di era ekonomi kreatif dan ekonomi berbasis pengetahuan, definisi "portofolio" tidak lagi hanya berupa dokumen PDF atau situs web statis. Portofolio adalah bukti kemampuan, karya, gagasan, dan karakter diri yang dapat diakses publik. Media sosial memiliki keunggulan yang tidak dimiliki portofolio konvensional: jangkauan luas, kemudahan akses, dan sifat interaktif.
1. Analisis Per Platform dan Kesesuaiannya
A. Instagram: Sangat Sesuai untuk Bidang Visual dan Kreatif
Instagram berbasis pada konten visual (gambar, desain, video pendek, infografis). Ini menjadikannya wadah yang sangat tepat bagi profesi yang hasil kerjanya berwujud visual.
- Pemikiran: Portofolio yang baik harus mampu menampilkan hasil kerja secara langsung dan menarik. Jika Anda seorang desainer grafis, arsitek, fotografer, penata rias, atau arsitek lanskap, apa yang lebih baik daripada menampilkan karya asli Anda dalam bentuk galeri yang rapi dan estetik?
- Contoh Kasus:
Seorang desainer grafis independen bernama Rina awalnya kesulitan mendapatkan klien karena belum memiliki modal membuat situs web. Ia mengubah akun Instagram pribadinya menjadi akun profesional, mengunggah hasil desain logo, kemasan produk, dan ilustrasi yang pernah ia buat, lengkap dengan keterangan proses pengerjaannya. Dalam waktu 6 bulan, akunnya dikenal di industri, dan salah satu klien besarnya menemukan jasa Rina secara langsung melalui unggahan di Instagram. Klien tersebut menilai bahwa kualitas karya yang terlihat di Instagram sudah cukup menjadi bukti kemampuan Rina, sehingga ia dikontrak untuk proyek besar.
B. TikTok: Sangat Sesuai untuk Bidang Edukasi, Keterampilan Praktis, dan Kreativitas Dinamis
TikTok sering dianggap hanya sebagai hiburan, namun sebenarnya platform ini sangat kuat sebagai portofolio bagi profesi yang membutuhkan demonstrasi, penjelasan, atau keterampilan teknis.
- Pemikiran: Portofolio tidak hanya berupa hasil akhir, tetapi juga proses kerja dan cara berpikir. Video pendek di TikTok memungkinkan profesional menunjukkan bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka memecahkan masalah, atau membagikan wawasan keahlian mereka. Ini membangun kepercayaan lebih kuat daripada sekadar daftar keahlian.
- Contoh Kasus:
Seorang insinyur sipil bernama Budi membuat konten pendek di TikTok yang menjelaskan prinsip dasar konstruksi, cara membangun bangunan tahan gempa, atau analisis kesalahan bangunan. Awalnya hanya berbagi ilmu, namun kontennya viral dan diikuti oleh ribuan orang termasuk pengembang properti. Budi kemudian dihubungi untuk menjadi konsultan proyek karena pihak pengembang melihat kedalaman pengetahuan dan cara penyampaian Budi yang terstruktur dan benar. Akun TikTok-nya kini menjadi portofolio hidup yang membuktikan ia menguasai ilmunya, bukan sekadar memiliki ijazah.
C. X (Dahulu Twitter): Sangat Sesuai untuk Bidang Strategi, Penulisan, Analisis, dan Kepemimpinan Pemikiran
X adalah platform berbasis teks dan gagasan. Ini adalah tempat terbaik untuk membangun portofolio pemikiran, argumen, analisis, dan jejaring profesional.
- Pemikiran: Bagi peneliti, penulis, konsultan, pengacara, pemasar, atau pemimpin bisnis, kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan adalah modal utama. Di X, setiap utas (thread) atau tulisan panjang yang Anda buat adalah bukti cara Anda menganalisis masalah, mengolah data, dan menyampaikan solusi. Ini adalah portofolio intelektual yang sangat berharga.
- Contoh Kasus:
Seorang ahli strategi pemasaran bernama Dito rutin menulis analisis mendalam mengenai tren pasar digital dan perilaku konsumen di X. Tulisan-tulisannya sering dibagikan dan menjadi rujukan di industri. Ketika sebuah perusahaan teknologi besar sedang mencari Kepala Pemasaran, mereka tidak hanya melihat CV formal Dito, tetapi juga merujuk pada ratusan tulisan yang ia buat di X selama 3 tahun terakhir. Bagi perekrut, tulisan-tulisan itu adalah bukti nyata kemampuan analisis dan wawasan Dito yang tidak bisa dipalsukan dalam wawancara biasa.
2. Batasan dan Risiko: Mengapa Tidak Bisa Menjadi Satu-satunya Tempat?
Meskipun sesuai, saya menekankan bahwa media sosial bukanlah pengganti mutlak, melainkan pelengkap. Ada alasan mengapa kita tetap harus berhati-hati:
1. Kurangnya Formalitas dan Struktur: Media sosial berjalan secara kronologis. Karya terbaik Anda bisa terkubur oleh unggahan baru atau hilang karena algoritma berubah. Berbeda dengan situs web atau dokumen portofolio yang disusun rapi dan abadi.
2. Risiko Reputasi: Satu komentar atau unggahan pribadi yang tidak bijak bisa merusak seluruh kesan profesional. Batas antara kehidupan pribadi dan profesional sering kali kabur di media sosial.
3. Tidak Universal: Untuk profesi tertentu seperti akuntansi hukum, medis, atau administrasi pemerintahan, media sosial kurang relevan dan bahkan dianggap tidak pantas jika terlalu terbuka.
Contoh Kasus Negatif:
Seorang arsitek muda memiliki karya luar biasa di Instagram, namun ia sering mengunggah komentar yang kasar atau tidak sopan terhadap pendapat orang lain di kolom komentar. Meskipun karyanya bagus, sebuah perusahaan arsitektur besar membatalkan tawaran kerja sama karena menilai perilaku di media sosial mencerminkan karakter yang sulit diajak bekerja sama.
II. Pendekatan Pemikiran : Portofolio sebagai "Jejak Kepercayaan"
Berdasarkan pemikiran saya, konsep portofolio di era digital telah bergeser dari "bukti hasil kerja" menjadi "bukti kepercayaan".
- Di masa lalu, portofolio hanya perlu menunjukkan apa yang sudah Anda buat.
- Di masa kini, portofolio juga harus menunjukkan siapa Anda, bagaimana cara Anda berpikir, dan bagaimana Anda berinteraksi dengan orang lain.
Media sosial sangat efektif menjawab kebutuhan kedua ini. Algoritma media sosial justru membantu kita mempertemukan keahlian kita dengan orang yang membutuhkannya, sesuatu yang sulit dilakukan dengan portofolio konvensional yang hanya dikirimkan saat ada lowongan kerja.
Namun, prinsip utamanya adalah Pemisahan dan Pengelolaan. Akun yang digunakan untuk portofolio profesional harus dikelola dengan standar profesional: konsisten, relevan, rapi, dan bebas konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
III. Kesimpulan :
Berdasarkan diskusi dan analisis di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Kesesuaian: Platform media sosial seperti X, Instagram, dan TikTok adalah tempat yang sesuai dan sangat efektif untuk dijadikan bagian dari e-portofolio profesional, terutama bagi generasi muda dan pekerja di bidang kreatif, jasa, teknologi, dan pengetahuan. Kesesuaian ini didasarkan pada kemampuan platform tersebut menampilkan karya secara visual, dinamis, dan interaktif, serta mampu menjangkau jaringan yang jauh lebih luas dibandingkan cara konvensional.
- Instagram cocok untuk karya visual dan desain.
- TikTok cocok untuk demonstrasi keterampilan, edukasi, dan kreativitas.
- X cocok untuk portofolio gagasan, analisis, dan kepemimpinan pemikiran.
2. Syarat Utama: Kesesuaian tersebut berlaku hanya jika dikelola secara profesional, konsisten, dan memisahkan konten pribadi dengan konten pekerjaan. Media sosial harus berfungsi sebagai "jendela" yang mengarahkan orang ke portofolio utama (seperti situs web resmi atau dokumen lengkap), bukan menjadi satu-satunya wadah penyimpanan karya.
3. Pandangan Akhir: Di era media siber, ketiadaan jejak digital profesional justru bisa menjadi kelemahan. Mengelola media sosial sebagai e-portofolio adalah strategi cerdas untuk membangun kepercayaan, mempromosikan keahlian, dan membuka peluang karir yang lebih luas, asalkan dilakukan dengan bijak, etis, dan terstruktur.
IV. Sumber/Referensi Jawaban :
1. Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68.
- Penjelasan: Menguraikan bagaimana media sosial mengubah cara komunikasi dan presentasi diri dalam dunia profesional.
2. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. (2023). Panduan Literasi Digital: Membangun Jejak Digital Positif. Jakarta: Kemkominfo.
- Penjelasan: Menekankan pentingnya jejak digital sebagai identitas diri dan aset profesional di ruang siber.
3. Carr, D. (2021). The New Portfolio: How Social Media Has Changed Creative Hiring. Forbes Magazine.
- Penjelasan: Artikel yang membahas bagaimana perekrut modern kini memprioritaskan profil media sosial dan karya digital dibandingkan dokumen fisik.
4. Dewan Pers. (2022). Etika Bermedia Sosial bagi Profesional.
- Penjelasan: Mengatur batasan dan etika agar media sosial tetap menjadi sarana positif dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
6. BMP SKOM4331 CyberMedia Modul 08 Pengelolaan E-Partfolio Kunto Adi Wibowo Detta Rahmawan Penerbit UT tanggerang selatan,
Tugas 3 Mata kuliah Cyber media Prodi Hukum Sesi 7 Manajemen Media Sosial
Pada sesi 7 ini kita akan belajar tentang manajemen media sosial. Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, kerjakan tugas yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 7 ini
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 7
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul ketujuh terkait Manajemen Media Sosial ini, Mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman konseptual dan kontekstual terkait perkembangan media sosial dalam konteks industri media siber, serta aspek manajemen media sosial untuk berbagai tujuan strategis. Selain itu modul ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang bersifat riil dan praktis mengenai lanskap industri media siber yang terus berkembang.
Tujuan Instruksional Khusus
Secara lebih terperinci, dengan mempelajari modul kedua terkait Ekonomi & Konvergensi Media siber ini, Mahasiswa diharapkan dapat:
- Menguraikan berbagai konsep dan kajian terkait media sosial
- Menguraikan berbagai perkembangan dari platform media sosial
- Memahami pengelolaan media sosial pada konteks organisasi.
- Memahami pengelolaan media sosial untuk kepentingan komersial dan non-komersial.
2. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)
Modul 7 BMP Cyber Media SKOM 4331 dan referensi lain yang relevan
3. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Pada sesi ke 7 ini kita akan membahas tentang Manajemen Media Sosial, secara terperinci yang dibahas adalah tentang
Konsep dan kajian terkait media sosial
Perkembangan dari platform media sosial
Pengelolaan media sosial pada konteks organisasi.
4. Pengelolaan media sosial untuk kepentingan komersial dan non-komersial.
Media sosial secara konseptual didefinisikan sebagai "sekelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun dengan fondasi ideologi dan teknologi Web 2.0, dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran konten buatan pengguna (UGC)". Media sosial, sebagai situs yang memiliki teknologi UGC memungkinkan orang-orang atau pengguna 'biasa' (dibandingkan dengan, misalnya jurnalis resmi dari sebuah perusahaan media) menciptakan berbagai jenis konten, baik itu teks, audio, maupun audio-visual, dan membagikan konten tersebut kepada jaringan yang dimilikinya. Konsep “sosial” dari media sosial juga dapat merujuk pada perbedaannya dengan media yang bersifat konvensional dan 'tradisional' . Istilah media sosial juga kerap dipertukarkan dengan “situs jejaring sosial”, dan dapat merujuk pada jenis situs yang sama, seperti Facebook, Twitter dan YouTube. Boyd & ellison memaparkan definisi situs jejaring sosial sebagai “layanan berbasis web yang memungkinkan individu untuk (1) membangun profil publik atau semi-publik dalam sistem terbatas, (2) mengartikulasikan daftar pengguna lain dan dengan siapa mereka berbagi koneksi, serta (3) melihat dan melintasi daftar koneksi mereka dan [daftar koneksi] yang dibuat oleh orang lain di dalam sistem [tersebut]”
Perkembangan media sosial baik dari segi industrinya secara makro, pada level institusi ataupun perusahaan, hingga pada level fitur antar platform yang bersifat mikro terjadi dengan sangat dinamis. Di tahun 2018, bahkan dapat dikatakan bahwa platform media sosial atau situs jejaring sosial dan platform aplikasi pesan instan kini saling berkompetisi satu sama lain. Beberapa fitur yang dimiliki oleh platform-platform tersebut pun ada pula yang semakin mirip satu sama lain, dan bahkan berkembang untuk keperluan lintas sektoral seperti platform WeChat di China yang dapat menjadi aplikasi pembayaran dengan cara kolaborasi bersama industri teknologi finansial. Tidak hanya dari Amerika, beberapa platform buatan negara lain, seperti dari China, Jepang, dan Korea Selatan juga sudah mulai menembus pasar global. Beberapa media sosial yang dikembangkan di negara-negara dimana bahasa utama mereka bukan bahasa Inggris diantaranya misalnya adalah: SinaWeibo, Qzone, Line, KakaoTalk, VKontakte (VK), Taringa!, Tuenti, dll.
Dalam perancangan pengelolaan media sosial, jenis dan perangkat media sosial harus dipilih sesuai dengan strategi komunikasi organisasi secara umum yang telah ditetapkan. Sesuai dengan berbagai prinsip dalam perencanaan komunikasi yang efektif, proses komunikasi organisasi harus diturunkan dari tujuan besar atau goals yang diinginkan oleh masing-masing organisasi.
Terkait dengan organisasi, setidaknya media sosial dapat digunakan untuk empat alasan umum yaitu: untuk melakukan komunikasi dan penyampaian pesan, melakukan kolaborasi, memberikan informasi yang bersifat mengedukasi, serta sebagai hiburan.
KPI (Key performance Indicators) atau indikator kinerja utama dan logika ROI (Return of Investment) sangat diperlukan dalam pengelolaan media sosial, agar berbagai strategi hingga pelaksanaan teknis yang telah dirancang dapat sesuai dengan goals atau tujuan dari sebuah organisasi.
Media sosial dapat digunakan sebagai salah satu elemen penting dalam komunikasi pemasaran dan berbagai tujuan organisasi yang bersifat komersial. Beberapa tujuan pengelolaan media sosial dalam konteks ini adalah; Untuk mendapatkan pelanggan baru; Untuk mendorong atau meningkatkan penjualan atau laba; Untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan; Untuk meningkatkan pengenalan dan kesadaran merek atau kesadaran, dll
Selain tujuan komersil dan kepentingan komunikasi pemasaran, media sosial juga dapat dikelola untuk kepentingan non komersial. Misalnya saja dalam menyebarkan isu ataupun wacana yang tidak mendapat temapt di media mainstream, dan untuk mendorong berbagai gerakan sosial politik dalam konteks demokrasi.
Untuk lebih jelasnya, Anda dapat membaca materi ini pada modul 7 BMP Cyber Media (SKOM4331).
Soal Diskusi 7
Sdr Mahasiswa, pada pertemuan di sesi ke 7 ini, ada tugas ketiga yang wajib Anda kerjakan. Kerjakan dengan teliti dan seksama dan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste dari pekerjaan teman atau mengambil dari referensi lain. Setelah Anda mengerjakan, lembar jawaban segera Anda upload di halaman tugas. Perhatikan juga batas waktu penyelesaian tugas. Selamat mengerjakan !
Soal :
Saat ini di era media siber, e-portofolio menjadi salah satu cara untuk merepresentasikan diri kita di dunia digital, dan juga berguna untuk kepentingan professional kita di masa depan. Dalam tugas III ini silakan
Membuat rumusan singkat tentang diri anda dan profil presentasi diri profesional yang hendak anda tampilkan di media siber
Silakan gunakan media sosial professional seperti Linkedin atau blog pribadi sebagai platform untuk mempraktikkan presentasi diri anda di media siber. Buatlan profil professional diri anda sebaik mungkin dengantetap memperhatikan keamanan privasi digital dan data pribadi anda.
Cantumkan link dan screenshot dari linkedin atau web blog yang sudah anda buat.
Jawab
Nama Mahasiswa : Tasir Hidayat
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 048905515
Kode/Nama Mata Kuliah : Digital Media FSIK4207
Prodi : Hukum
Kode/Nama UPBJJ : 71/SURABAYA
Kelas : 87
Dosen/Tutor : Rayan Nurbadi (rayanurbadi@gmail.com)
Selasa, 09 Juni 2026
Sesi 3 Cyber Media Tugas 1 meliputi Pengertian CMC, Konsep dasar CMC, Peran penting CMC dalam kehidupan sehari-hari, serta teori-teori utama mengenai CMC
Sesi 3
Teori-teori Computer Mediated Communication
Halo rekan-rekan mahasiswa, Pada sesi 3 ini kita akan belajar tentang Teori-teori Computer Mediated Communication (CMC).
Materi yang dibahas meliputi Pengertian CMC, Konsep dasar CMC, Peran penting CMC dalam kehidupan sehari-hari, serta teori-teori utama mengenai CMC.
Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, kerjakan tugas dengan baik, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi ini.
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 3
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari materi mengenai teori-teori dalam media siber ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman mengenai teori-teori terkait computer mediated communication. Modul ini berfokus pada pengertian dan konsep dasar computer mediated communication sebagai dasar untuk memahami teori-teori CMC serta aplikasinya di dunia nyata.
Tujuan Instruksional Khusus;
Dengan mempelajari modul tentang teori-teori CMC ini, diharapkan agar mahasiswa dapat:
- Memahami pengertian computer mediated communication
- Memahami konsep dasar computer mediated communication
- Memahami peran penting computer mediated communication dalam kehidupan sehari-hari
- Memahami teori-teori utama mengenai computer mediated communication serta aplikasinya, khususnya dalam konteks hubungan antarpribadi
2. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul)
Modul 3 BMP Cyber Media (SKOM4331) edisi 3 dan referensi lain yang relevan
3. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Pada sesi ini akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan Computer mediated communication (CMC). CMC merupakan proses komunikasi yang berlangsung melalui computer, melibatkan manusia, dalam konteks tertentu yang terlibat di dalam proses untuk membentuk media dengan berbagai tujuan. Konsep-konsep inti yang terdapat dalam CMC yaitu komunikasi, termediasi dan Komputer.
Teori-teori mengenai CMC dapat dibagi ke dalam tiga kelompok besar yaitu, Cues-filtered-out Theories, Experiential and Perceptual Theories of CMC, dan Theories of Interpersonal Adaptation and Exploitation of Media.
Menurut Lack of Social Context Cues, CMC telah menutup jalan bagi isyarat perilaku normatif dan individual yang ditransaksikan secara nonverbal melalui komunikasi tatap muka.
Beberapa pembahasan tentang teori dalam CMC menjelaskan sebagai berikut.
Konstruk utama dari teori Electronic Propinquity adalah kedekatan psikologis yang dialami oleh komunikator. Kotzenny (1978) berpendapat bahwa komunikator yang terhubung dengan media elektronik juga dapat mengalami perasaan kedekatan elektronik.
Teori pengaruh sosial berfokus pada faktor-faktor yang mengubah persepsi pengguna terhadap kapasitas CMC dan penggunaan medium mereka yang konsekuen. pendekatan ini menggeser pengertian kekayaan media ke suatu fenomena berbasis perseptual yang menjelaskan bagaimana sebuah media dapat digunakan secara ekspresif
Argumen sentral dari teori perluasan saluran yaitu ketika individu mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dengan suatu medium komunikasi, medium tersebut akan semakin kaya bagi mereka.
Penelitian terkait CMC yang populer saat ini yaitu seputar bagaimana penelitian terkait perbandingan antara offline dan CMC menjadi tidak menarik dan kurang diminati, apakah dan bagaimana teknologi dapat mempengaruhi teori utilitas yang dikembangkan dalam konteks teknologi yang lama, serta Bagaimana kita mempelajari komunikasi interpersonal padahal kita memiliki banyak bentuk hubungan.
Saat ini, kita membutuhkan konsep teoritis yang dapat menjelaskan fungsi atribut dari teknologi.
Beberapa contoh penelitian yang dapat dilakukan dalam konteks fungsi atribut terknologi adalah peluang yang diciptakan oleh media (contohnya: teks dapat menciptakan blog), biaya yang dikeluarkan dalam menjaga berbagai hubungan melalui sebuah pesan, dan tingkat pengetahuan mengenai aplikasi yang dapat membantu dalam pencarian informasi.
Demikian Sdr Mahasiswa, selamat belajar !
Tugas I
Sdr Mahasiswa, pada pertemuan di sesi ke 3 ini, ada tugas kesatu yang wajib Anda kerjakan. Kerjakan dengan teliti dan seksama dan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste baik dari pekerjaan orang lain atau sumber lainnya Setelah Anda mengerjakan, lembar jawaban segera Anda upload di halaman tugas. Perhatikan juga batas waktu penyelesaian tugas.
Saat ini ada berbagai jenis media yang ada di Indonesia, dan hampir semuanya kini telah beradaptasi di era media siber. Pada tugas kali ini silakan
1. Pilihlah satu perusahaan media di Indonesia yang anda ketahui
2. Jelaskan detil perusahaan tersebut (nama perusahaan, sejarah berdirinya, apa produk utama perusahaan mereka, dll)
3. Jelaskan bagaimana perusahaan tersebut menerapkan konsep konvergensi media dalam mengembangkan bisnisnya di era media siber (misalnya, memiliki website, akun media sosial, aplikasi, dl)
Selamat mengerjakan !
Soal Tugas 1 Sesi 3
Tugas I
Sdr Mahasiswa, pada pertemuan di sesi ke 3 ini, ada tugas kesatu yang wajib Anda kerjakan. Kerjakan dengan teliti dan seksama dan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste baik dari pekerjaan orang lain atau sumber lainnya Setelah Anda mengerjakan, lembar jawaban segera Anda upload di halaman tugas. Perhatikan juga batas waktu penyelesaian tugas.
Saat ini ada berbagai jenis media yang ada di Indonesia, dan hampir semuanya kini telah beradaptasi di era media siber. Pada tugas kali ini silakan
1. Pilihlah satu perusahaan media di Indonesia yang anda ketahui
2. Jelaskan detil perusahaan tersebut (nama perusahaan, sejarah berdirinya, apa produk utama perusahaan mereka, dll)
3. Jelaskan bagaimana perusahaan tersebut menerapkan konsep konvergensi media dalam mengembangkan bisnisnya di era media siber (misalnya, memiliki website, akun media sosial, aplikasi, dl)
Jawabab Klik Disini
Diskusi Sesi 2 Mata Kuiah Cyber mjedia Ekonomi & Konvergensi Media Siber
Diskusi Sesi 2 Mata Kuiah Cyber mjedia
Ekonomi & Konvergensi Media Siber
Halo rekan-rekan mahasiswa,
Pada sesi 2 ini kita akan belajar tentang Ekonomi & Konvergensi Media siber. Materi yang dibahas meliputi ekonomi media dan konvergensi media, industri media siber, serta aspek manajemen media siber.
1. Rumusan Capaian Pembelajaran setelah mempelajari materi Sesi 2.
Tujuan Instruksional Umum
Setelah mempelajari modul kedua terkait Ekonomi & Konvergensi Media siber ini, Mahasiswa diharapkan dapat memiliki pemahaman konseptual dan kontekstual terkait bagaimana ekonomi media dan konvergensi media mengubah tatanan industri media siber, serta aspek manajemen media siber pada saat ini. Selain itu modul ini juga diharapkan dapat memberikan gambaran yang bersifat riil dan praktis mengenai lanskap industri media siber yang terus berkembang.
Tujuan Instruksional Khusus
Secara lebih terperinci, dengan mempelajari modul kedua terkait Ekonomi & Konvergensi Media siber ini, Mahasiswa diharapkan dapat:
- Menguraikan berbagai konsep ekonomi media dalam konteks industri media siber
- Menguraikan berbagai konsep konvergensi media dalam konteks industri media siber
- Menjabarkan bagaimana aspek ekonomi media dan konvergensi media mempengaruhi tatanan industri media siber baik
global maupun nasional
3. Informasi Sumber Belajar Utama (Modul) -
Modul 2 BMP Cyber Media SKOM4331 edisi 3 dan referensi lain yang relevan
4. Penjelasan singkat materi yang dipelajari
Materi yang dibahas pada modul 2 BMP Cyber Media terdiri dari 2 kegiatan belajar yang membahas tentang Ekonomi media di media siber. Sudut pandang ekonomi media penting untuk dipelajari karena dengan sudut pandang ini, media dilihat sebagai institusi yang dijalankan dengan prinsip-prinsip ekonomi. Kajian ekonomi media dapat dikatakan sebagai sebuah kajian yang melihat bagaimana media menggunakan sumber daya yang terbatas untuk memproduksi konten media yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan maupun keinginan khalayaknya. Konten media menjadi unik karena adanya potensi konsumsi konten secara berulang. Ketika dikonsumsi oleh khalayaknya, konten media tidak dapat ‘habis’ seperti halnya produk pada industri lain.
Pasar Media dapat dilihat sebagai sebuah situasi dimana berbagai pihak yang terlibat dalam industri media bertemu dan berinteraksi. Dalam konsep yang paling sederhana, pasar media terdiri dari relasi antara media, khalayak media, dan pengiklan.
Dikenal istilah Windowing strategy oleh perusahaan media di era media siber berarti konten media dapat didaur ulang, dikemas dengan berbagai format lain, dan didistribusikan kepada khalayak dan pengiklan baru dalam jangka waktu tertentu bahkan setelah konten media tersebut tidak lagi ‘hits’ atau populer.
Pada kegiatan belajar kedua membahas adalah tentang Konvergensi Media di era Media Siber. Kajian terkait konvergensi media penting untuk dipelajari untuk melihat bagaimana perubahan baik secara teknologi, institusional, maupun sosial budaya mempengaruhi bisnis media. Dalam konteks konvergensi media, industri media tidak bisa dilepaskan dari industri teknologi komunikasi, baik software maupun hardware. Media dapat dilihat sebagai platform tempat terjadi interaksi antar berbagai pihak, dari beragam industri yang saling terkait satu-sama lain.
Beberapa faktor utama yang memiliki pengaruh pada proses konvergensi media adalah: (a) digitalisasi, (b) deregulasi pasar media dan komunikasi, dan (c) perubahan preferensi khalayak media
Contoh konvergensi media secara praktik dapat dilihat dari beberapa institusi media siber berskala global yang memiliki beragam unit bisnis seperti Alphabet, Facebook, dan terjadi pula di Indonesia seperti dilakukan oleh CT Corp, Kompas Gramedia, dll.
Harap Anda baca baik-baik materi inisiasi yang telah diberikan, silakan manfaatkan fitur diskusi, dan kerjakan tes formatif untuk mengetahui pemahaman rekan-rekan mahasiswa terkait materi sesi 2 ini.Terima kasih dan semangat belajar!
Soal Diskusi 2
Jika ada hal yang ingin didiskusikan dan ditanggapi, gunakan forum ini. Berikut adalah topik untuk diskusi di sesi kedua.
Pahami konsep ekonomi media dan konvergensi media. Uraikan bagaimana media surat kabar (koran) dapat beradaptasi dan berkembang di era media siber seperti saat ini ?
Untuk menjawab topik diskusi ini, gunakan penjelasan berdasarkan pemikiran Anda sendiri, jangan lakukan copy paste dari sumber lain dan berilah contoh nyata berdasarkan pengamatan Anda?
Jawab
Kepada Yth Tutor Ijin Menjawab Diskusi 2 sbb :
Nama : Tasir Hidayat
NIM : 048905515
Prodi : Hukum
UPBJJ : 71/Surabaya
Matkul : Digital Media FSIK4207
Kelas : 87
Tutor : Rayan Nurbadi (rayanurbadi@gmail.com)
Jawab
Berikut adalah tanggapan dan analisis saya mengenai topik tersebut berdasarkan pemahaman dan pengamatan langsung terhadap perkembangan industri media saat ini:
Analisis Adaptasi Koran di Era Media Siber
1. Pemahaman Konsep Dasar
Menurut pandangan saya, Ekonomi Media adalah studi tentang bagaimana industri media mengelola sumber daya, menghasilkan konten, dan mendapatkan keuntungan. Intinya, media tidak hanya soal menyampaikan informasi, tapi juga sebuah bisnis yang harus mencari pendapatan, biasanya dari iklan dan penjualan konten/produk.
Sedangkan Konvergensi Media adalah proses menyatunya berbagai teknologi komunikasi menjadi satu kesatuan sistem yang terintegrasi. Dalam praktiknya, ini berarti batas antara media cetak, elektronik, dan internet menjadi kabur. Sekarang, berita tidak hanya bisa dibaca, tapi juga didengar dan ditonton melalui satu gawai (gadget) yang sama.
2. Bagaimana Koran Bisa Beradaptasi dan Berkembang?
Di era media siber yang serba cepat dan instan ini, koran cetak memang menghadapi tantangan berat. Namun, menurut saya, koran tidak akan mati, melainkan harus bermetamorfosis atau berubah bentuk. Berikut adalah cara adaptasi yang menurut saya paling efektif:
A. Transisi ke Platform Digital (Multiplatform)
Koran tidak boleh lagi hanya mengandalkan kertas. Mereka harus hadir di dunia maya dengan membuat portal berita online, aplikasi mobile, dan aktif di media sosial.
- Alasan: Orang sekarang membaca berita lewat HP saat sedang beraktivitas, bukan lagi menunggu koran datang pagi hari.
- Contoh Nyata: Saya melihat bagaimana Kompas yang dulunya hanya koran, sekarang memiliki Kompas.com yang update beritanya setiap detik, serta kanal YouTube Kompas TV dan Kompasiana. Mereka tidak lagi menjual kertas, tapi menjual informasi yang bisa diakses di mana saja.
B. Mengubah Strategi Bisnis (Paywall & Membership)
Dulu uang datang dari iklan dan harga jual koran. Sekarang, model bisnis harus berubah. Koran harus berani menerapkan sistem paywall atau berlangganan premium.
- Alasan: Konten berkualitas butuh biaya produksi. Pembaca harus sadar bahwa berita yang akurat itu berharga dan tidak boleh selalu gratis.
- Contoh Nyata: The New York Times atau Koran Tempo yang menerapkan sistem berlangganan digital. Pembaca bebas membaca beberapa artikel gratis, tapi harus bayar jika ingin akses penuh atau artikel mendalam. Ini cara koran bertahan secara ekonomi.
C. Menghadirkan Konten yang Mendalam dan Terverifikasi
Media siber seringkali cepat tapi kurang teliti (hoaks). Di sinilah kekuatan koran asli harus ditonjolkan.
- Alasan: Kecepatan adalah keunggulan media online, tapi kedalaman dan keakuratan adalah keunggulan koran.
- Contoh Nyata: Saat ada berita viral di Twitter/X atau TikTok yang membingungkan, masyarakat biasanya menunggu klarifikasi dari media besar seperti Detik.com (bagian dari grup koran) atau Liputan6 karena reputasi mereka dalam melakukan fact-checking. Koran harus menjadi "penjaga gerbang" kebenaran di tengah banjir informasi.
D. Integrasi Bentuk Konten (Multimedia)
Koran tidak lagi hanya teks dan foto. Mereka harus memproduksi konten yang bisa dilihat dan didengar.
- Alasan: Sesuai prinsip konvergensi, satu konten harus bisa dinikmati dalam berbagai format.
- Contoh Nyata: Sebuah artikel investigasi di koran online tidak hanya berisi tulisan panjang, tapi dilengkapi dengan video penjelasan, infografis interaktif, dan podcast agar lebih mudah dipahami dan menarik minat generasi muda.
3. Kesimpulan :
Menurut saya, koran tidak akan hilang digantikan media siber, melainkan akan berubah wujud. Koran masa depan bukan lagi sekadar tinta di atas kertas, melainkan sebuah institusi informasi yang hadir di berbagai platform.
Kunci keberhasilannya terletak pada kemampuan memadukan kekuatan tradisional (akurasi, kredibilitas, jurnalisme berkualitas) dengan teknologi modern (kecepatan, interaktivitas, kemudahan akses). Jika koran mampu melakukan ini, mereka tidak hanya bertahan, tapi akan tetap menjadi pemain utama dalam ekonomi media.
Sumber/Referensi Jawaban :
1. McQuail, Denis. (2011). Teori Komunikasi Massa. Edisi keenam. Jakarta: Salemba Humanika.
2. Pavlik, John V. (2018). Journalism and New Media. Columbia University Press.
3. Siapno, Jacqueline. & Lindsae, Jean. (2012). Journalism at Risk: Threats, Challenges and Perspectives. UNESCO.
4. Pengamatan langsung terhadap model bisnis media nasional seperti Kompas Gramedia, Tempo Media Group, dan Jawa Pos Group.
5. BMP SKOM4331 ber Media Modul 02 Ekonomi & Konvergensi Media Siber Kunto Adi Wibowo Detta rahmawan Penerbit UT tangerang selatan.
Jawaban yang lain klik Disini



