Alasan ketiga mengapa harus memperingati hari maulid adalah
bahwa Rasulullah saw sendiri mementingkan berpuasa pada hari tersebut.
Yaitu setiap hari senin seperti yang diriwayatkan oleh Abi Qatadah dalam
Imam Muslim;
عَنْ اَبِيْ
قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ اْلِاثْنَيْنِ ؟ فَقاَلَ ذَلِكَ
يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ اَوْ اٌنْزلَ عَلَيَّ فِيْهِ
Dari Abu Qotadah r.a, sesungguhnya Rosulululloh SAW ditanya
tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab : "Hari Senin adalah hari
lahirku, hari aku mulai diutus atau hari mulai diturunkannya wahyu". (HR Muslim)