Sabtu, 17 November 2012

Kisah Tobat Pengikut MTA Solo



FAKTA & REALITA: ada sebuah kecamatan di Gunung Kidul, hampir orang sekecamatan merupakan pengikut MTA, yang digawangi oleh orang terkaya dan menjadi tokoh paling dihormati di daerah itu. Suatu hari, tokoh tadi jatuh sakit parah cukup lama, sebut saja namanya Abu Dul Sukijo.
Dan tidak ada satu pun rumah sakit yang dapat mendiagnosa secara tepat apalagi mengobati. Abu Dul Sukijo sudah berobat kemana-mana, tapi tiada membuahkan hasil, hingga ke ahli spesialis dan alternatif. TERAKHIR tokoh tersebut mencoba mendatangi salah seorang kyai dengan tujuan yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yaitu berobat. Sesampainya di tempat kyai tadi ia menceritakan keluhan2nya yang sebenarnya ia pun tak tahu menahu sebenarnya penyakit apa yang menerpanya.
Tanpa panjang lebar, bukan resep obat atau ramuan apa pun yang beliau berikan. Pak kyai tadi menyuruh ia untuk menziarahi qubur kedua orang tuanya. Meski itu menjadi pantangan bagi Abu Dul Sukijo, karena jelas2 baginya ziarah qubur adalah dilarang keras . Tak ada pilihan lain karena itu yang diperintahkan pak kyai tadi ya sudah ia jalani saja. Dengan niat bulat dan mantap ia berangkat menziarahi qubur kedua orang tuanya, tak luput meminta maaf dan mendoakannya. Allah Maha Kuasa, sembuhlah ia saat itu juga. Ia pun langsung tobat dan pun juga dengan seluruh warga masyarakat di sana
Subhanallah, Allah tetap menghendaki pak kyai tadi sebagai ‘alim ‘ulama yang wushul di daerah tersebut untuk menopang dan menyelamatkan warga masyarakat dari komplotan perusak agama Allah.
Bagi wahaby manaqib, mawlid, tahlilan, mujahadah, rathib, wa ahwatuha adalah bidngah. Itu diantara pantangan riil orang2 wahaby, di tempatku mereka fanatiknya luar binasa, dan rata2 tadinya orang berduit tapi tidak berilmu agama, jadi gampang banget kalau cuma ditarik uang berapapun dari MTA. Dan satu lagi MTA (Majelis Tafsir Al-qur’an) tidak faham sekali ilmu tajwid – tafsir – fahmil qur’an. MTA Solo yang disiarkan oleh radio tersebut sering tidak dapat menjawab pertanyaan2 dari para pendengar.
(Dikisahkan oleh: Zulaikha Syah Tsuraya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar