Syair Wali 9


Rekaman contoh Syair 1000 Bait Syair Wali Tananh Jawa MP3 Silahkan Donlod Disini :  1000 Syair Wali

Pengatar 1000 Syair Wali Tanah Jawa

Sekarang  banyak  diberbagai  masjid/langgar  berpujian  „baru ,yang  lagunya  seru  dan  rame,  tapi  tidak  menyentuh  hati,  karena  memang maknanya relatif  sulit  dipahami. Seperti  gaya sholawatan yang  baru, trend/booming. Kesemua sholawat itu baik, tapi untuk pujian sebelum sholat (bagi yang terbiasa) ada kriteria  yang harus dipenuhi.

Lagunya kalem, syukur ada makna jawanya  
Lantunan lirik sesuai budaya 
Isinya materi ringan dan dasar beragama

Kita diwarisi Syair-syair yang penuh makna  dan lirik lantunya sangat cocok  dengan  kultur  jawa.  Para  wali,  ulama  dan  kyai  Jawa  telah menciptakan dan mewariskan  puji-pujian  itu. Syair itulah yang cocok untuk puji pujian sebelum Sholat.

Terima  kasih  kepada  para  kyai,  teman-teman,  Darul Ulum maupun masyarakat yang telah membantu terbukukanya syair-syair ini. Semoga amal  kita  pada  buku  ini  tercatat sebagai upaya  “nguri-uri”  Budaya Jawa yang sama sekali tidak menganggu lingkungan dan suasana.

Agar lengkap dengan lantun lagunya, buku ini dilengkapi Rekaman Mp3. 

Bagi Anda para pembaca, selain syair di buku ini, masih ada ribuan pujian  lagi.  Koreksi  dan  sumbangsih  dalam  upaya  perbaikan  sangat saya harapkan. 

Disusun Oleh
Muhammad Tasir Hidayat Harahap
 Abadikan karya yang terbukti baiknya 

--------------------------------------------------------------
Permohonan kepada Habib Syekh, Emha, Wafik Azizah

juga para pelantun dakwah kesenian Saya salut dan  bangga  kepada  Anda-anda semua  dalam  berdakwah melalui  musik/kesenian.  Saya  sudah  melihat  efek-efek  positif  di masyarakat, sehingga syiar Islam dengan syair begitu semarak. Melalui tulisan ini saya memohon Anda semua untuk bersedia merilis Album  syair-syair  wali  tanah  jawa  terutama  yang  berirama menentramkan  dan  medidik  spiritualitas  kaum  muslimin  di  Jawa khususnya dan Indonesia umumnya. Saya  yakin  Anda  semua  mampu  merasakan  originalitas/nuansa keaslian lantun dan liriklagu karya ulama jawa yang luar biasa, akan tetapi  sedikit  sekali  saudara  kita  yang  melestarikanya.  Seperti  yang terjadi dalam puji-pujian sebelum sholat. Besar harapan saya, Anda semua dapat melestarikan dan meneruskan estafet yang telah dilakukan oleh Walisongo dalam Syiar Islam dengan syair dan kesenian.

Tentu saya khawatir apabila syair yang dilantunkan di masjid-masjid maupun  mushola  ternyata  tidak  memiliki  esesnsi  dalam  menghibur jiwa, mendidik dan memupuk spiritual. Hal inilah yang menjadi inti permohonan ini.
Banyak  kata  seindah  do a.  Ada  kekhilafan  pada  tulisan  ini  saya mohon maaf sebesar-besarnya.
------------------------------------------------------
Persembahan
Sungguh!

Sebagai upaya menghibur jiwa,  mendidik  tata  krama, dan memupuk jiwa spiritual. Hadirnya buku ini tulus aku persembahkan kepada;

1.  Ibu, Bapak dan keluarga tercinta.
2.  Juga  teman-teman,  adik-adik  yang  kelak  akan  mengawal  generasi negeri ini di madrasah dan pesantren.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Secercah argumentasi dalam puji-pujian

Membaca  sholawatan,  dzikir  dan  syair  sebelum  pelaksanaan  shalat berjama'ah,  adalah  perbuatan  yang  baik  dan  dianjurkan.  Anjuran  ini  bisa ditinjau dari beberapa sisi :

Pertama,  dari  sisi  dalil,  membaca  syair  di  dalam  masjid  bukan  merupakan sesuatu  yang  dilarang  oleh  agama.  Pada  masa  Rasuluhah  SAW/,  para sahabat juga membaca syair di masjid. Dalam sebuah hadits :

Yang Artinya :
Dari  Said  bin  Musayyab,  ia  berkata,  "Suatu  ketika  Umar  berjalan kemudian bertemu  dengan Hassan bin Tsabit yang sedang melantunkan syair di  masjid.  Umar  menegur  Hassan,  namun  Hassan  menjawab,  `aku  telah melantunkan  syair  di masjid  yang  di  dalamnya  ada seorangyang  lebih  mulia
darimu(Nabi).  Kemudian  ia  menoleh  kepada  Abu  Hurairah.  Hassan melanjutkan  perkataannya.  Bukankah  engkau  telah  mendengarkan  sabda Rasulullah  SAW,  jawablah  pertanyaanku,  ya  Allah  mudah-mudahan Engkau  menguatkannya  dengan  Ruh  al-Qudus.  Abu  Hurairah  lalu menjawab,  Ya  Allah,  benar  (aku  telah  medengarnya).'  (HR  Abu  Dawud [4360] anNasa'i [709] dan Ahmad [209281).

 Mengomentari  hadits  ini,  Syaikh  Ismail  Az-Zain  menjelaskan  adanya kebolehan melantunkan  syair  yang  berisi  puji-pujian,  nasihat,  pelajaran tata krama  dan  ilmu  yang  bermanfaat  di  dalam  masjid.  (Irsyadul  mu minin  ila Fadha'ili Dzikri Rabbil 'Alamin, hlm. 16).

Kedua, dari  sisi  syiar  dan  penanaman akidah umat.  Selain menambah  syiar agama,  amaliah  ini  merupakan  strategi  sangat  jitu  untuk  menyebarkan ajaran Islam  di tengah masyarakat. Karen di dalamnya terkandung beberapa pujian kepada Allah SWT, dzikir dan nasihat.
Ketiga, dari  aspek psikologis, lantunan  syair yang indah itu dapat menambah semangat  dan  mengkondisikan  suasana.  Dalam  hal  ini,  tradisi  yang  telah berjalan  di  masyarakat  tersebut  dapat  menjadi  semacam  warming  up (persiapan) sebelum masuk ke tujuan inti yakni shalat lima waktu.
Manfaat  lain  adalah,  untuk  mengobati  rasa  jemu  sembari  menunggu  waktu shalat  jama'ah  dilaksanakan.  juga  agar  para  jamaah  tidak  membicarakan hal-hal yang tidak perlu ketika menunggu shalat jama'ah dilaksanakan.

Melantunkan  syair  puji-pujian  juga  dapat  dikatagorikan  sebagai  dzikir. Seperti  yang  dikatakan  Al-Ghozali,  “dzikrulloh  berarti  ingatnya  seseorang bahwa  Alloh  mengamati  seluruh  tindakan  dan  pikiranya”.  Sehingga  dzikir tidak  bermakna  sempit  hanya  melafalkan  lafal  jalalah  atau  lafal  lainya meskipun sama-sama membutuhkan kehadiran-hudlurnya  hati.

Dengan  beberapa  alasan  inilah  maka  membaca  sholawat,  dzikir,  nasehat, puji-pujian  secara  bersama-sama  sebelum  melaksanakan  shalat  jama'ah  di masjid atau  di mushalla adalah amaliah yang baik dan dianjurkan.  Namun dengan  satu  catatan,  tidak  mengganggu  orang  yang  sedang  melaksanakan shalat.  Tentu  hal  tersebut  disesuaikan  dengan  situasi  dan  kondisi  masing-masing masjid dan mushalla.
Tentunya  masih  banyak  argumen  lain,  terutama  yang  masih  ada  dibenak para kyai dan ummat muslimin yang memiliki kepekaan hati.
--------------------------------------------------------------------------------------
Fungsi Syair/Singir dalam Masyarakat Santri
Muzakka  dkk.  (2002)  menemukan  tiga  fungsi  utama  syi ir,  yaitu  fungsi hiburan, fungsi pendidikan dan pengajaran, dan fungsi spiritual.

v  Fungsi  hiburan  muncul  karena  hadirnya  syi ir  dalam  khazanah sastra  selalu  dinyanyikan  baik  dengan  iringan  musik  tertentu maupun tidak.

v  Fungsi pendidikan dan pengajaran muncul karena  di  samping syi ir mengekspresikan  nilai-nilai  dedaktis,  yakni  pendidikan  nilai-nilai moral  Islam  dan pengetahuan  Islam  yang  kompleks,  syi ir  juga digunakan  sebagai  bahan  ajar  dan  atau  media  pengajaran  dikalangan masyarakat santri.

v   Fungsi spiritual  muncul  karena  sebagian  besar  syi ir  diberlakukan penggunaanya  semata-mata  sebagai  upaya  penghambaan  diri (ibadah)  kepada  Tuhan  yakni  untuk  mempertebal  rasa  keimanan dan ketakwaan.

Ketiga  fungsi  tersebut  sangat  berkait  erat,  sehingga  sulit  untuk  dipisahkan satu  dengan  yang  lain,  sebab  bagi  pendukungnya-  syi ir  memberikan  spirit untuk beribadah dan memberikan ilmu pengetahuan dengan  cara yang sangat menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar